Banyak calon trader membuka akun terlebih dahulu, lalu belajar berhitung setelahnya. Urutan ini menjelaskan sebagian besar kerugian yang terjadi pada bulan-bulan pertama. Padahal seluruh perhitungan yang menentukan kelayakan sebuah rencana dapat diselesaikan di atas kertas, sebelum satu rupiah pun berpindah.
Artikel ini membahas tiga perhitungan dasar yang sebaiknya Anda selesaikan lebih dulu: nilai per pergerakan harga, ukuran posisi berdasarkan batas risiko, dan kebutuhan margin. Ketiganya saling terkait dan bersama-sama menjawab satu pertanyaan penting, yaitu apakah modal Anda cukup untuk menjalankan rencana secara disiplin.
Perhitungan Pertama: Nilai per Pergerakan Harga
Setiap instrumen memiliki ukuran kontrak yang menentukan berapa nilai yang berpindah untuk setiap satuan pergerakan harga. Angka ini tercantum pada spesifikasi kontrak dan berbeda antar instrumen.
Prinsipnya, nilai per pergerakan sama dengan ukuran kontrak dikalikan satuan pergerakan harga, lalu dikalikan jumlah lot. Bila instrumen dinyatakan dalam mata uang selain rupiah, hasilnya perlu dikonversi menggunakan kurs yang berlaku. Selesaikan perhitungan ini dulu, karena semua langkah berikutnya bergantung padanya.
Perhitungan Kedua: Ukuran Posisi dari Batas Risiko
Inilah perhitungan yang paling sering dibalik urutannya. Cara yang keliru adalah menentukan ukuran posisi lebih dahulu, lalu menempatkan stop loss di tempat yang terasa nyaman. Cara yang benar dimulai dari batas risiko.
Tentukan berapa persen ekuitas yang bersedia Anda risikokan pada satu posisi. Angka konservatif yang banyak digunakan berada di kisaran satu persen. Tentukan jarak stop loss berdasarkan struktur pasar, bukan berdasarkan keinginan. Ukuran posisi kemudian diperoleh dengan membagi nilai rupiah dari batas risiko dengan hasil perkalian jarak stop loss dan nilai per pergerakan harga.
Hasil perhitungan ini sering lebih kecil dari yang diharapkan. Itu bukan tanda ada yang salah; itu adalah matematika yang bekerja sebagaimana mestinya.
Perhitungan Ketiga: Kebutuhan Margin
Margin adalah bagian dana yang ditahan sebagai jaminan atas posisi terbuka. Besarnya ditentukan oleh nilai nosional posisi dibagi rasio leverage yang berlaku pada akun Anda.
Setelah mengetahui margin per posisi, hitung total margin bila Anda berencana memegang beberapa posisi sekaligus. Bandingkan dengan ekuitas Anda untuk memperoleh level margin. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar ruang gerak yang Anda miliki ketika harga bergerak melawan sebelum menyentuh ambang peringatan.
Menguji Ketahanan terhadap Rangkaian Kerugian
Satu langkah tambahan yang jarang dilakukan namun sangat berguna adalah simulasi rangkaian kerugian. Sistem dengan tingkat keberhasilan di bawah lima puluh persen secara statistik akan menghasilkan lima hingga tujuh kerugian berturut-turut secara rutin.
Hitung berapa sisa ekuitas Anda setelah rangkaian tersebut dengan ukuran posisi yang Anda rencanakan. Bila hasilnya membuat Anda tidak nyaman, kecilkan ukuran posisi sekarang, bukan nanti. Trader yang menghadapi rangkaian kerugian dengan posisi terlalu besar hampir selalu berhenti mematuhi rencananya persis pada saat kepatuhan paling dibutuhkan.
Menghitung Titik Impas Setelah Biaya
Perhitungan keempat yang sering terlupakan adalah titik impas. Sebuah posisi tidak menjadi menguntungkan begitu harga bergerak searah; ia baru menguntungkan setelah pergerakan itu menutup seluruh biaya yang melekat.
Komponennya meliputi selisih harga beli dan jual, komisi bila berlaku pada tipe akun Anda, serta biaya menginap bila posisi dibawa melewati batas hari perdagangan. Jumlahkan seluruhnya, konversikan ke satuan pergerakan harga, dan Anda memperoleh jarak minimum yang harus ditempuh harga sebelum posisi berada di titik nol.
Angka ini penting terutama bagi strategi berjangka waktu pendek dengan target keuntungan kecil. Pada sejumlah kasus, biaya dapat menyerap sebagian besar target, sehingga strategi yang tampak menguntungkan di atas kertas ternyata tidak layak setelah biaya diperhitungkan.
Mencocokkan Hasil Perhitungan dengan Spesifikasi Akun
Setelah ketiga angka diperoleh, langkah berikutnya adalah membandingkannya dengan ketentuan akun yang tersedia. Periksa ukuran lot minimum, karena ia menentukan seberapa halus Anda dapat mengatur ukuran posisi. Periksa pula rasio leverage, ambang margin call, dan ambang stop out.
PT Invetra Teknologi Berjangka memublikasikan ketentuan akun trading forex miliknya secara terbuka, meliputi setoran minimum, struktur biaya, dan ketentuan margin. Sebagai pialang berjangka berizin BAPPEBTI dengan kode pialang 005 serta anggota JFX dan KBI, dana nasabah ditempatkan pada rekening terpisah sesuai ketentuan yang berlaku.
Menjadikan Perhitungan Sebagai Kebiasaan
Perhitungan ini terasa merepotkan pada awalnya dan menjadi otomatis setelah beberapa pekan. Simpan sebuah lembar kerja sederhana berisi rumus-rumus di atas, isi kolomnya sebelum membuka posisi, dan biarkan hasilnya menentukan ukuran.
Trader yang menghitung sebelum menekan tombol memindahkan keputusan dari wilayah perasaan ke wilayah aritmetika. Perasaan berubah setiap hari; aritmetika tidak. Perbedaan kecil ini, dijalankan secara konsisten selama ratusan transaksi, jauh lebih menentukan hasil akhir dibanding pilihan indikator mana pun yang terpasang pada grafik Anda.
Peringatan Risiko: Perdagangan berjangka mengandung risiko kerugian yang signifikan dan tidak sesuai untuk semua orang. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Pastikan Anda memahami risiko sepenuhnya dan hanya menggunakan dana yang siap Anda risikokan.

