5 Cara Menyusun Portofolio Reksadana yang Seimbang

Memasuki dunia investasi, Anda pasti ingin memastikan langkah yang diambil tidak hanya menghasilkan keuntungan, tapi juga terasa aman dan sesuai dengan tujuan keuangan. Salah satu kunci pentingnya adalah menyusun portofolio yang seimbang. 

Dalam konteks investasi modern, memiliki portofolio reksadana yang terdiversifikasi dengan baik bisa memberikan rasa tenang sekaligus membuka peluang cuan di masa depan. Terlebih lagi, di tengah semakin banyaknya pilihan reksadana terbaik 2025, penting bagi Anda untuk punya strategi yang jelas.

Portofolio yang seimbang bukan berarti Anda harus menyebar dana secara acak ke berbagai produk. Justru, Anda perlu menyusun alokasi yang terarah, berdasarkan profil risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu investasi Anda. Berikut ini pembahasan mengenai langkah-langkah praktis menyusun portofolio reksadana yang solid dan relevan dengan kondisi Anda saat ini.

5 Cara Menyusun Portofolio Reksadana

1. Kenali Dulu Profil Risiko Anda

Langkah pertama sebelum menyusun portofolio adalah mengenali diri Anda sendiri. Seperti apa toleransi Anda terhadap risiko? Apakah Anda tipe konservatif yang mengutamakan keamanan, tipe moderat yang seimbang antara risiko dan keuntungan, atau tipe agresif yang siap menghadapi fluktuasi pasar demi potensi imbal hasil tinggi?

Profil risiko ini sangat menentukan kombinasi reksadana yang akan Anda pilih. Misalnya:

  • Investor konservatif cenderung lebih banyak menempatkan dana di reksadana pasar uang dan pendapatan tetap.
  • Investor moderat bisa mempertimbangkan kombinasi reksadana pendapatan tetap, campuran, dan sebagian kecil di saham.
  • Investor agresif biasanya lebih dominan menempatkan dana di reksadana saham atau bahkan reksadana sektor tertentu.

2. Tetapkan Tujuan Keuangan yang Jelas

Setelah tahu sejauh mana Anda siap mengambil risiko, tentukan tujuan investasi Anda. Tujuan jangka pendek seperti liburan akhir tahun atau dana darurat tentu berbeda dengan tujuan jangka panjang seperti dana pensiun atau pendidikan anak.

Tujuan ini akan membantu Anda menentukan jenis reksadana apa saja yang perlu dimiliki dan seberapa besar alokasinya. Misalnya, untuk kebutuhan dalam 1 tahun, Anda mungkin lebih cocok memilih reksadana pasar uang yang lebih stabil. Tapi untuk tujuan dalam 5-10 tahun, reksadana saham bisa menjadi pilihan karena potensi pertumbuhan yang lebih tinggi.

3. Diversifikasi: Jangan Taruh Telur di Satu Keranjang

Salah satu prinsip dasar dalam menyusun portofolio yang seimbang adalah diversifikasi. Dengan memiliki kombinasi berbagai jenis reksadana, Anda bisa meminimalkan risiko ketika salah satu jenis instrumen mengalami penurunan.

Contoh alokasi portofolio seimbang untuk investor moderat bisa seperti ini:

  • 40% di reksadana pendapatan tetap
  • 30% di reksadana campuran
  • 20% di reksadana saham
  • 10% di reksadana pasar uang

Diversifikasi juga bisa dilakukan berdasarkan sektor atau tema. Misalnya, Anda bisa memilih produk berbasis teknologi, infrastruktur, atau bahkan mencoba produk reksadana syariah di Makmur.id yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Ini bisa menjadi opsi menarik bagi Anda yang ingin menjaga portofolio tetap etis dan bertanggung jawab.

4. Rutin Evaluasi dan Sesuaikan Portofolio

Membuat portofolio reksadana yang seimbang bukan berarti Anda selesai dalam satu kali pengaturan. Pasar terus bergerak, dan begitu juga kondisi keuangan serta tujuan hidup Anda. Karena itu, evaluasi berkala sangat diperlukan.

Setidaknya setiap enam bulan atau setahun sekali, periksa kembali alokasi portofolio Anda. Apakah komposisinya masih sesuai dengan profil risiko dan tujuan Anda? Apakah ada produk yang kinerjanya buruk dan perlu diganti? Apakah Anda perlu menambah atau mengurangi alokasi di sektor tertentu?

Dengan evaluasi rutin, Anda bisa menjaga agar portofolio tetap relevan dan tetap berada di jalur yang sesuai.

5. Jangan Lupakan Biaya dan Kinerja Historis

Dalam memilih produk reksadana, jangan hanya melihat potensi return tinggi. Perhatikan juga biaya pengelolaan (management fee), biaya pembelian, dan penjualan. Semakin efisien biayanya, semakin besar keuntungan yang bisa Anda nikmati.

Selain itu, meski masa lalu tidak menjamin masa depan, kinerja historis bisa memberi gambaran seberapa konsisten suatu produk dikelola. Anda bisa melihat riwayat 1 tahun, 3 tahun, hingga 5 tahun ke belakang, dan bandingkan dengan benchmark-nya.

Mulai Investasi dengan Nyaman di Makmur

Jika Anda ingin mulai menyusun portofolio reksadana yang seimbang tanpa ribet, Makmur bisa jadi partner terbaik Anda. Sebagai platform reksadana terbaik 2025, Makmur menyediakan berbagai pilihan produk yang dikurasi dan mudah dipahami.

Anda bisa memilih reksadana sesuai profil risiko, melihat performa historis, bahkan mendapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi. Ditambah lagi, semua produk yang tersedia sudah diawasi oleh OJK, sehingga keamanannya terjamin.

Dengan tampilan aplikasi yang ramah pengguna dan edukasi yang tersedia langsung di dalam platform, Anda bisa lebih percaya diri membangun masa depan finansial Anda. Yuk, mulai bangun portofolio reksadana Anda sekarang juga di Makmur. Karena perencanaan yang bijak hari ini, akan jadi kenyamanan di masa depan!